Kemendikdasmen Kuatkan Literasi dan Numerasi lewat Pendekatan Partisipasi Semesta
Kemendikdasmen meluncurkan pendekatan Partisipasi Semesta untuk mengatasi rendahnya skor PISA 2022. Melalui kolaborasi lintas sektoral, program ini fokus pada penguatan kompetensi dasar siswa SD, pelatihan 1.500 guru, dan pemanfaatan data asesmen berbasis AI untuk personalisasi pembelajaran.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencanangkan penguatan literasi dan numerasi melalui pendekatan Partisipasi Semesta. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap masih rendahnya kecakapan siswa Indonesia dalam membaca, menulis, dan berhitung, sebagaimana dijelaskan dalam laporan Kemendikdasmen dan mitra tentang penguatan literasi‑numerasi nasional.
Berdasarkan data Programme for International Student Assessment (PISA) 2022, skor rata‑rata matematika siswa Indonesia berada di angka 366, lebih rendah dibanding tahun 2018 yang sebesar 379. Sementara, skor membaca Indonesia tercatat 359, dan skor sains mencapai 383 pada survei tersebut.
Tantangan Serius di Literasi dan Numerasi
Tantangan serius literasi di Indonesia mencakup proses belajar membaca dan menulis yang belum diberikan secara tepat di lapangan, sehingga memerlukan kolaborasi GLN dan GNN.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa literasi dan numerasi masih menjadi tantangan serius dalam pendidikan Indonesia. Program Partisipasi Semesta diharapkan menjadi langkah pemulihan masalah tersebut melalui kolaborasi dengan Tanoto Foundation dan United Nations Children’s Fund (Unicef).
Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat penerapan Gerakan Literasi Nasional (GLN) dan Gerakan Numerasi Nasional (GNN) di tingkat satuan pendidikan.
“Karena memang kita melihat di lapangan, belum seluruhnya proses belajar, terutama membacakan kemampuan untuk membaca dan menulis itu, diberikan secara tepat. Sering sekali hal ini dilupakan,” kata Mu’ti di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta Pusat, pada Kamis (9/4/2026).
Fokus pada Siswa Sekolah Dasar
Pemulihan difokuskan pada jenjang SD kelas awal sebagai fondasi penting penguasaan ilmu, melibatkan 500 sekolah dasar di enam kabupaten/kota hingga tahun 2029.
Mu’ti menekankan bahwa pemulihan ini dimulai dari jenjang sekolah dasar, terutama dalam kemampuan menulis dan membaca. Program ini dirancang untuk berlangsung hingga 2029, dengan fokus pada penguatan kompetensi dasar di kelas awal sebagai fondasi penting bagi penguasaan ilmu selanjutnya.
“Oleh karena itu, maka program ini menjadi sangat penting. Tadi difokuskan pada anak-anak sekolah dasar, dan itu memang menjadi kondisi penting,” ujar Mu’ti.
Kepala Badan Kurikulum, Standar dan Asesmen (BKSAP) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menambahkan bahwa sebanyak 500 sekolah dasar dari enam kabupaten/kota akan dilibatkan dalam program ini. Sekolah‑sekolah lain di sekitarnya juga diharapkan dapat ikut menyerap manfaat dari program kolaboratif ini.
“Meskipun hanya 500 sekolah dasar, kita bisa bergabung ke sekolah-sekolah lain yang berada di sekitarnya. Dan saya kira semua pemangku kepentingan, seluruh mitra mempunyai kekhawatiran yang berbeda sehingga nanti kita bisa mengatur kepentingan untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita,” jelas Toni.
Penguatan Kapasitas Guru Melalui Pelatihan
Selain penguatan di tingkat sekolah, program ini juga menjangkau 1.500 guru yang akan diberi pelatihan penguatan literasi dan numerasi. Melalui pelatihan ini, Kemendikdasmen ingin tidak hanya meningkatkan kapasitas guru, tapi juga mendorong penerapan pembelajaran yang lebih mendalam dan pemanfaatan hasil asesmen untuk memperbaiki kualitas pembelajaran.
“Mudah-mudahan program ini bisa menjadi bagian dari langkah kita ke depan untuk tidak hanya memperbaiki literasi dan numerasi, tapi memperbaiki kualitas pendidikan secara keseluruhan, dan yang tentu saja tidak kalah pentingnya adalah bagaimana kita membangun generasi Indonesia yang unggul, mudah-mudahan bermanfaat, dan mudah-mudahan program kita berjaya,” kata Mu’ti.
Dua Strategi Utama Penguatan Belajar
Dua strategi utamanya adalah penguatan praktik mengajar dengan pedagogi terstruktur dan pemanfaatan data asesmen kelas awal untuk memetakan kebutuhan intervensi siswa.
Head of Learning Environment Department di Tanoto Foundation, Margaretha Ari Widowati, menjelaskan bahwa untuk mencapai target tersebut, ada dua strategi utama yang akan dijalankan:
- Penguatan praktik mengajar: menerapkan pedagogi terstruktur di dalam kelas agar proses belajar benar‑benar membantu setiap anak memahami konsep dasar literasi dan numerasi secara mendalam.
- Pemanfaatan data asesmen: menggunakan hasil asesmen kelas awal untuk memetakan kebutuhan belajar siswa, sehingga guru dapat memberikan intervensi yang tepat bagi siswa yang belum mencapai standar.
“Setidaknya ada dua hal yang akan menjadi fokus di dalam kolaborasi ini. Pertama, penguatan praktik mengajar di kelas dengan menerapkan pedagogi terstruktur agar proses belajar benar-benar membantu setiap anak untuk memahami konsep dasar literasi dan numerasi. Yang kedua, memanfaatkan data asesmen kelas awal untuk membangun pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan belajar anak, khususnya mereka yang belum mencapai standar yang diharapkan,” tutur Margaretha.
Peran Excellent Teach dalam Penguatan Profesionalisme Guru
Dalam konteks penguatan praktik mengajar dan pemanfaatan data ini, sekolah dan dinas pendidikan juga dapat memanfaatkan dukungan lembaga profesional seperti Excellent Teach, yang menyediakan layanan Peningkatan Profesionalisme Guru dalam Literasi Numerasi melalui Pemanfaatan Artificial Intelligence.
Excellent Teach dapat membantu sekolah dan dinas dalam merancang pelatihan terstruktur, mengintegrasikan pendekatan berbasis data, serta memandu guru dalam memanfaatkan teknologi AI untuk analisis asesmen dan personalisasi pembelajaran.
Siap Mentransformasi Kompetensi Guru Anda?
Hubungi kami di Excellent Teach untuk layanan Peningkatan Profesionalisme Guru dalam Literasi Numerasi melalui Pemanfaatan Artificial Intelligence. Tim kami siap membantu menyusun program pelatihan, mendampingi implementasi pendekatan Partisipasi Semesta, serta mengintegrasikan teknologi AI ke dalam praktik belajar mengajar di kelas.
> Sumber Artikel ini : https://www.detik.com/edu/sekolah/d-8436094/kemendikdasmen-perkuat-literasi-numerasi-nasional-sasar-500-sd

